Archive for Juni, 2008

Curhat Mode ON (Part-1)

Pengen cerita..pengen crita, pengen crita…..

Hehe…kesannya maksa banget yak?? yaa…itulah tie yang kadang suka memaksa, hehe…

Crita paan c? ya..ya..ya.. tie hanya pengen berbagi cerita aja, tapi waktu tie kecil dulu…Gpp yaa….

Tie itu lahir di sebuah perkampungan plosok daerah subang, ada yang blom tau subang? Subang tuh kalo dari bandung trussss aja ke sebelah utara, ntar teh ketemu lembang. Nah kalo lembang dah lewat pasti daerah sananya Subang, kota kecil dengan berbagai nuansa [halahhh]

Lanjutt……….

(lagi…)

Add comment Juni 18, 2008

PENGUMUMAN

Kepada Rekan-Rekan:

Mohon kiranya bagi siapa yg memiliki rekening di bank yg tercantum dibawah ini agar waspada dan terus memonitor perkembangan bank dimaksud sebelum terjadi kesulitan untuk mencairkan dananya.

DAFTAR BANK YANG AKAN TUTUP – UNTUK TINJAUAN DI TAHUN 2008

Dengan berakhirnya program penjaminan Pemerintah atas simpanan dana pihak ketiga di perbankan nasional periode 31 Januari 2007 dan pasca dibubarkannya BPPN, nasabah saat ini harus pandai2 menilai & memilih bank yg sehat sebagai partner, dalam aktivitas usaha ataupun tempat untuk menyimpan dana.


Dengan dibubarkannya BPPN pada February 2004 maka berarti tidak akan ada lagi lembaga yg akan menyelamatkan bank2 sakit/sekarat. Pernyataan dari Dirjen Lembaga Keuangan yg secara tersirat menyatakan akan ada beberapa bank lagi yang akan tutup, berdasarkan hasil investigasi yang kami peroleh.

Berikut daftar bank bank yang akan tutup: (lagi…)

3 comments Juni 12, 2008

Sebuah Pertemuan

Allahu Akbar!!

Demi Allah, sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Rabb, Indah nian skenario-Mu


Tie bingung mo nulis kayak gimana, tapi bismillah….

Minggu, 08 Juni 2008

Hari minggu kemaren sebenernya ga da niat buat mudik, tapi keraguan yang menggelayuti selama ± 1.5 tahun terus saja meminta jawaban.

Allah…seharusnya ga harus hadir rasa yang seperti ini, karena hanya Engkaulah yang Maha Tahu akan segala sesuatu.


Dan… (lagi…)

2 comments Juni 9, 2008

Bukan Hamba Pilihan

Selalu ku sesali dosa
Dan selalu ku ulang kembali

Dan Kau masih memberi kebahagiaan

Ku bukan hamba pilihan

Allah berfirman

Wahai manusia
Aku heran pada orang yang yakin akan kematian

Tapi ia hidup bersuka ria

Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggung jawaban segala amal perbuatan di akhirat.

Tapi ia asyik mengumpulkan dan menumpuk harta benda
Aku heran pada orang yang yakin akan kubur

Tapi ia tertawa terbahak-bahak

Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat
tapi ia menjalani kehidupan dengan bersantai-santai
Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia

Tapi ia menggandrunginya

Aku heran pada intelektual yang bodoh dalam soal moral

Aku heran pada orang yang bersuci dengan air
sementara hatinya masih tetap kotor

Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain
Sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya sendiri
Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah senantiasa mengawasi segala perilakunya

Tapi ia berbuat durjana

Aku heran pada orang yang yakin akan kematiannya kemudian akan tinggal dialam kubur seorang diri lalu dimintai pertanggungjawaban seluruh amal perbuatannya

Tapi ia berharap belas kasih dari orang lain

Sungguh tiada Tuhan selain Aku dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Aku tiada sekutu bagi-Ku dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku

Barang siapa tidak mau menerima suratan nasib yang telah Aku putuskan
Tidak bersabar atas segala cobaan yang Aku berikan

Tidak mau berterimakasih atas segala nikmat yang Aku curahkan

Dan tidak mau menerima apa adanya atas segala yang Aku berikan

Maka sembahlah Tuhan selain Aku

Barang siapa yang susah karena urusan dunia
Sama saja ia marah kepada-Ku

Barang siapa menggaduhkan musibah yang menimpa dirinya pada orang lain

Ia sungguh-sungguh berkeluh kesah keapda-Ku

Barang siapa tidak bertambah tingkat penghayatan keagamaannya

Sungguh ia dalam keadaan selalu berkurang

Barang siapa terus-menerus berkurang
Kematian adalah jauh lebih baik baginya

Allah berfiraman

Wahai manusia
Terimalah anugerah yang Aku berikan dengan lapang dada

Maka engkau tidak akan berharap pada pemberian orang lain
Tinggalkanlah rasa dengki
Maka engkau akan terhindar dari kegelisahan hidup
Hindari perbuatan haram
Maka engkau akan aman dari kerancuan dalam beragama
Barang siapa mampu menjaga diri dari membicarakan kejelekan orang lain

Maka kecintaan-Ku akan Ku anugerahkan kepadanya

Barang siapa mengisolasikan diri dari kerumunan orang
Maka ia akan terhindar dari pengaruh jeleknya

Barang siapa mampu membatasi diri dari berbicara yang tidak ada gunanya

Itu menandakan kematangan akalnya

Barang siapa menerima dengan lapang dada atas pemberian Allah yang sedikit

Maka ia penuh percaya kepada Allah
Allah berfirman
Wahai manusia

Barang siapa berduka karena persoalan dunia
Maka ia hanya akan kian jauh dari Allah

Kian nestapa di dunia dan semakin menderita di akhirat
Allah akan menjadiakan hatinya orang tersebut dirundung duka selamanya

Kebingungan yang tak berakhir
Kepapahan yang berlarut-larut dan angan-angan yang selau mengusik ketenangan hidupnya.

Wahai manusia
Hari demi hari usia mu kian berkurang

Sementara engkau tidak menjaga darinya

Setiap hari Aku mendatangkan rizki kepadamu

Sementara engkau tak pernah memuji-Ku
Dengan pemberian yang sedikit
Engkau tidak pernah mau lapang dada
Dengan pemberian yang banyak
Engkau tidak juga pernah merasa kenyang

Wahai manusia
Setiap hari Aku mendatangkan rizki untuk mu

Sementara setiap malam malaikat datang kepada-Ku dengan membawa catatan perbuatan jelekmu
Engkau makan dengan lahap rizki-Ku
Namun kau tak segan-segan pula berbuat durjana ke pada-Ku

Aku kabulkan jika engkau memohon kepada-Ku
Kebaikkan Ku tak putus-putus mengalir untuk mu
Namun sebaliknya catatan kejelekan mu sampai kepada-Ku tiada henti

Akulah pelindung terbaik untukmu
Sementara engkau hamba terjelek bagi-Ku

Kau raup segala apa yang Ku berikan untukmu
Kututupi kejelekan demi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan

Aku sungguh malu kepadamu
Sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepada-Ku

Engkau melupakan diri-Ku dan mengingat yang lain Kepada manusia engkau merasa takut
Sedang kepadaku engkau merasa aman-aman saja

Pada manusia engakau takut dimarahi

Tetapi pada murtad-Ku engkau tak peduli

Selalu ku sesali dosa
Dan selalu ku ulang kembali

Dan Kau masih memberi kebahagian

Ku bukan hamba pilihan

Lirik Nasyid By : Missile..
-kala dosa itu terulang kembali-

Add comment Juni 2, 2008


"Karena sesungguhnya sesudah sulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap" (Q.S. Al-Insyiroh : 5-8)

Eti Susilawati
Bandung, Jawa Barat


"Hanya seorang hamba yang masih bergantung pada-Nya"


Earn cash and generate extra income from your blog!
Tie Is...

Kategori

Tulisan Terakhir

Arsip

Komentar Terakhir

izisfm di Tentang Aku
harrie di Tentang Aku
Chan di Sekelumit Kisah Melahirkanku (…
Ucrit di Sekelumit Kisah Melahirka…
Chan di Sekelumit Kisah Melahirka…

Belajar

Blogroll

Sahabat

The Others

 

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Link